Kata orang, cinta seperti coklat. Jika kita beruntung,
rasanya akan manis.
Namun disisi lain coklat yang terlalu masak akan terasa
pahit.
Begitupula kisah cintaku.
Perasaan yg terlalu dalam, cepat
atau lambat akan memudarkan rasa manis.
Aku berfikir, kadang hidup tak adil. Ia bisa begitu saja
melupakan orang yg pernah ada.
Namun aku, entah harus sampai kapan aku
memudarkan tentangmu difikiranku.
Aku tau, hidup memang tak adil.
Namun setidaknya, berilah
keadilan pada cinta. Cinta tak bisa dipermainkan.
Cinta itu indah, beruntunglah orang yang pernah merasakan
cinta.
Cinta itu murni, halus, namun susah untuk kurebut kembali.
Bukan kah cinta sekedar menemaninya setiap saat?
Bukankah cinta sekedar bantal untuk bersandar?
Bukankah cinta sekedar perban untuk menutup luka pada masa
lalunya?
Andai itu yang dinamakan cinta, mungkin rasaku padamu bukan
arti cinta yang kau maksud.
Aku mencintaimu, tak pernah kutau apa alasanku.
Walau kau memintaku 1 alasan saja, takkan pernah bisa.
Cinta lebih dari sekedar perhatian, lebih dari sekedar
menemani.
Tapi cinta itu tulus, cinta selalu ada, cinta selalu
berkorban.
Cinta tak pernah memaksakan kehendak. Walau ku tahu, kau
selalu memaksakan kehendakku
Cinta selalu ada. Ya, bukan hanya saat kita butuh teman,
atau kita butuh perlindungan.
Cinta selalu ada disaat kita lelah berlari. Cinta selalu ada
di mata, fikiran, dan hati
Walau tak ada dirimu yg ada, namun ada cinta
Cinta yg terasa manis.
-Jihan Pasha-

0 komentar on "Cinta?"
Posting Komentar