Rasa
ini mulai menggangguku.
Entah
dinamakan apa yang kurasakan saat ini.
Antara
sayang, rindu, bosan, dan marah.
Sayang.
Aku begitu menyayanginya. Bahkan rasa ini sama saat aku menyayangi diriku
sendiri. Aku menyayangimu dalam diam dan doa. Hanya itu yg dapat kupanjatkan
dalam kebisuan ini.
Rindu.
Sungguh, betapa dalam rindu yang kurasakan padamu. Rindu ini begitu menghujam
perasaan dan fikiranku. Ingin rasanya aku segera meluapkan kerinduan ini
padamu. Aku tak bisa berdusta, rindu inI sangat dalam, bahkan menembus dimensi
kerinduan seperti biasanya.
Bosan.
Aku bosan dengan kehidupanku yang sekarang. Aku bosan dalam kesendirian. Aku
bosan menanti kau kembali ke dalam pelukanku. Aku bosan karna aku lelah harus
berdusta bahwa aku sangat membutuhkanmu. Aku sangat bosan akan kerinduan yang
semakin memuncak sehingga aku takut jika akutak dapat mengendalikannya.
Sesungguhnya aku bosan karna pandanganku gelap. Gelap tanpa adanya wajahmu
dihadapanku selama ini.
Marah.
Aku begitu marah pada keadaan. Hubungan ini sungguh menyiksaku. Aku tak sanggup
harus melihat orang lain mengumbar kemesraannya dihadapanku seolah dunia hanya
miliknya, sedangkan aku harus menahan amarah karna aku begitu merindukan
kehadiranmu. Aku marah karna aku tak bisa merasakan seperti yang mereka
rasakan. Aku marah karna aku tau, kita susah bertemu, kita susah saling sapa,
bahkan kita susah walau hanya tatapan mata.
Aku
begitu menyayangimu, mencintaimu walau hanya angin yang memberitahukan ini
padamu. Cepatlah pulang, cepatlah berada disisiku lagi.
Aku
merindukanmu, sangat merindukanmu…
